IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -> Hingga kini penyebaran dokter spesialis di daerah kabupaten/kotadi Sumatera Utara belum merata.Penyebabnya lantaran kurangnya perhatian pemerintah daerah (pemda) setempat terhadap keberadaan dokter.
“Secara umum untuk dokter umum sudah terpenuhi, tapi untuk dokter spesialis belum merata penyebarannya. Kita sudah hampir keliling melantik cabang IDI di daerah untuk melihat perkembangannya,” ungkap Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sumut Henry Salim Siregar didampingi Sekretarisnya Ade Taufiq kepada wartawan, di Lapangan Merdeka Medan,kemarin. Henry mengungkapkan, syarat rumah sakit (RS) tipe C minimal memenuhi empat dasar ketersedian dokter yakni,dokter objin, dokter anak, dokter penyakit dalam dan dokter anak. Namun, sejauh ini masih banyak rumah sakit yang tidak memenuhi keempat dasar tersebut.
“Rumah Sakit daerah sekarang paling ada dua dokter spesialisnya. Misalnya di sebuah RS ada dokter anak dan objin saja,bedahnya tidak ada. Nanti ada RS yang bedah dan objin ada, tapi anak tidak ada.Sebagai RS pemerintah seharusnya memenuhi empat dasar itu,”tandasnya. Hingga kini diperkirakan ada 4.500 dokter umum dan spesialis yang ada di Sumut. Mereka lebih banyak menumpuk di kota Medan yakni sekitar 2.700 atau 40% lebih. “Sebagiannya berada di daerah, tapi kebanyakan dokter umum, sedangkan dokter spesialisnya kurang,”ujarnya. Henry meminta pemerintah daerah di kabupaten/kota lebih berperan memperhatikan dokterdokter yang ditugaskandi daerah setempat. Misalnya menyekolahkan dokter umum ke dokter spesialis. Sebab, pemda yang mengetahui kondisi dan kebutuhan didaerahnya.
“Ada sistem tubel (tugas belajar) yang dilakukan daerah bekerja sama dengan institusi pendidikan seperti kedokteran USU dengan cara menyekolahkan dokter umum ke dokter spesialis.Setelah selesai dokter itu akan kembali kedaerah itu.Kalau semua daerah melakukan itu, kita harapkan 2-3 tahun ke depan, distribusi ini akan terpenuhi,”jelasnya. Anggota Komisi B DPRD Sumut Siti Aminah mengakui minimnya dokter spesialis di RS daerah kabupaten/kota. Hal itu membuat masyarakat di daerah lebih sering berobat ke RS di kota Medan seperti RSUP H Adam Malik dan RSUD dr Pirngadi.“Kalau kita lihat memang dokter spesialis di RS daerah itu sangat kurang. Kalau di Binjai, Deli Serdang itu masih terjangkau karena daerahnya dekat dengan Medan.
Tapi, kalau di daerah yang lebih jauh, jangankan dokter spesialis, dokter umum saja susah.Bahkan,masyarakat lebih sering berobat dengan bidan,”ungkapnya kemarin. Dia berharap pemerintah daerah memberi kesempatan bagi dokter umum untuk disekolahkan menjadi dokter spesialis. Sebab, RS paling minimal harus memiliki empat dasar dokter spesialis. “Walaupun infrastruktur penting, tapi kalau pemerintah serius menangani kesehatan, pemerintah daerah harus punya kebijakan memperhatikan dokter-dokter di daerahnya. Paling tidak menyediakan anggaran untuk menspesialisasikan dokter umum,” tandasnya. Terpisah, dalam rangka merayakan HUT ke-60, Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Sumut menggelar jalan santai di Lapangan Merdeka Medan, kemarin.
Acara itu diikuti seribuan peserta dari berbagai usia. Ketua Panita dr Taufiq, sebelumnya IDI sudah menggelar seminar dan workshop tentang objin dan anak yang diikuti oleh 405 peserta pada tanggal 17 - 18 Desember lalu. Sedangkan jalan santai yang merupakan acara puncaknya dimulai dari pukul 07.00 WIB mengambil start dari Lapangan Merdeka Medan, Jalan Mesjid, Jalan Listrik, Jalan Ahmad Yani, dan Finish di Lapangan Merdeka. “Acara ini merupakan puncak dari rentetan kegiatan ulang tahun IDI,”katanya.
Tujuan kegiatan itu untuk bersilaturahmi, mendekatkan senior dengan junior,mendekatkan IDI dengan masyarakat, IDI dengan pemerintahan, dan IDI dengan rumah sakit. Selain gerak jalan, para peserta juga berkesempatan mendapat hadiah dari lucky draw yang disediakan panitia.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu